Tanah adalah hasil proses
pelapukan batuan dan sisa organik. Tanah mempunyai sifat yang bervariasi. Sifat
tanah yang berbeda-beda berbagai tempat mencerminkan pengaruh dari berbagai
faktor pembentuknya di alam. Tanah dipandang sebagai lahan produksi pertanian,
karena tanah berfungsi sebagai media tumbuhnya tanaman. Produktivitas tanaman pertanian
yang diusahakan banyak ditentukan oleh sifat tanah yang bersangkutan, baik
sifat fisika tanah, kimiawi tanah, maupun biologi tanah yang bersangkutan.
Tanah merupakan padatan bumi yang dinamis dan hidup yang mengalami perubahan
dari waktu ke waktu. Setiap tanah tersusun dari bahan mineral, bahan organik
dan air tanah. Bahan mineral berasal dari hasil pelapukan batuan, sedangkan
bahan organik berasal dari hasil penguraian organisme yang mati. Di dalam tanah
selalu terjadi proses destruktif dan konstruktif. Proses destruktif adalah
penguraian bahan mineral dan bahan organik. Sedangkan proses konstruktif adalah
proses penyusunan kembali hasil penguraian bahan mineral dan bahan organik
menjadi senyawa baru.
Menurut Enoh 1994, berbagai jenis
tanah di Indonesia memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan bahan
induknya. Karakteristik dari berbagai jenis tanah tersebut adalah: Litosol,
yaitu tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami
perkembangan tanah, Latosol yaitu tanah yang telah mengalami pelapukan
intensif, warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim.
Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya
tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Regosol belum jelas
menampakkan pemisahan horisonnya. Tanah regosol terdiri dari: regosol abu
vulkanik, bukit pasir, batuan sedimen, tanah ini cukup subur. Jenis tanah
latosol terdiri dari: latosol merah kuning, cokelat kemerahan, cokelat, cokelat
kekuningan. Grumusol atau Margalit, terdiri dari beberapa macam: grumusol pada
batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah-lembah kaki
pegunungan, grumusol endapan aluvial. Organosol adalah tanah yang mengandung paling
banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah
gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa-sisa vegetasi yang telah
mengalami humifikasi, tetapi belum mengalami mineralisasi, tanah ini kurang
subur.
TABEL LUAS MASING – MASING TANAH DI DARATAN KALIMANTAN
TENGAH
No
|
Jenis Tanah
|
Luas (Ha)
|
Persentase
|
1
|
Podsolik Merah
Kuning
|
6.033.693
|
39,60
|
2
|
Arganosol
|
2.534.766
|
11,63
|
3
|
Laterit
|
2.118.460
|
13,90
|
4
|
Alluvial
|
1.423.803
|
9,34
|
5
|
Podsol
|
1.040.452
|
6,51
|
6
|
Latosol
|
269.360
|
1,77
|

Komentar
Posting Komentar